Kamis, 31 Agustus 2017

Menuju Jakarta Lancar dengan MRT, Mari Kerja Bersama #UbahJakarta


         Jakarta dengan kesemrawutannya sudah menjadi salah satu momok yang sangat mengerikan bagi kita yang ingin merantau kesana, dimana memiliki jumlah penduduk 10.187.695 (sensus. 2016) dan terus bertambah tiap tahunnya diakibatkan urbanisasi besar-besaran dengan SDM perantau yang minim dapat di pastikan akan menambah angka pengangguran dan kriminalitas di Jakarta itu sendiri. Kemacetan adalah satu dampak yang di akibatkan dari pesatnya pnduduk Ibukota Jakarta Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada tahun 2010 besaran kerugian akibat kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta telah mencapai Rp. 45,2 trilyun per tahun.

  Penyebab utama terjadinya kemacetan lalu lintas adalah karena tidak seimbangnya demand dan supply yaitu pertumbuhan jumlah kendaraan dengan kapasitas prasarana transportasi (jaringan jalan dan jaringan angkutan umum) yang ada. Sebagai contoh pertumbuhan panjang jalan di DKI Jakarta sebesar 0,01% per tahun sedangkan pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai 9,5% per tahun. Pertambahan kendaraan bermotor sebesar 1.117 per hari (220 mobil dan 897 motor). Di tambah lagi oleh para anak sekolah yang berlalu lalang bebas di jalannan ibu kota sangat di sayangkan dari pihak sekolah mengijinkan anak muridnya menggunakan sepeda motor Dengan demikian dapat di pastikan betapa macetnya jalan-jalan protokol di Jakarta dengan jarak 3 km sampai memakan waktu sapai 1 jam sangat mengerikan bukan?!..

sumber: Merdeka.com

          Dampak dari kemacetan meningkatnya kecelakaan di jalan raya, kerugian waktu bagi para pengguna jalan. Meningkatkan polusi udara karena pada kecapatan rendah konsumsi energi dan mesin tidak beroprasi optimal shingga emisi sangat tinggi bedampak pada perubahan suhu di ikuti iklim yang extreem. 

        Sebenarnya pemerintah selalu mengembangan berbagai inovasi agar masalah kemacetan dapat terurai di Ibukota Jakarta. Hal tersebut bukan hanya rencana tapi merupakan bentuk nyata  dari pemerintah Jakarta. Degan adanya Busway, pengembangan jalan, Monorel serta yang baru-baru ini ramai adalah kereta MRT (Mass Rapid Jakarta) atau angkutan cepat terpadu.
MRT (Mass Rapid Jakarta) adalah sebuah sistem transportasi transit cepat yang sedang dibangun di jakarta proses pembangunan telah dimulai pada 10 ocktober 2013 dan akan selesai pada tahun 2018. Dana yang di kucurkan untuk pembangunan MRT mencapai 1,3 triliun.


MRT memiliki rute kurang lebih 110,8 km yang terdiri dari koridor selatan – utara ( koridor lebak bulus - kampung Bandan) sepanjang 23,8 km dan koridor barat  sepanjang 87 km. Merupakan salah satu inovasi terbaru bagi pemda Jakarta dengan harapan masyarakat mau berpindah dari kendaraan peribadi ke kendaraan umum salah satunya adalah MRT. Mengapa menggunakan MRT karena MRT lebih ringan lebih senyap dan lebih lestari dengan kata lain merupakan transportasi yang nyaman dan elegan untuk setiap kalangan.

MRT nyaman, aman, tepat, cepat dan elegan 

        Dengan kata lain yang salah bukanlah pemerintah melainkan kebiasaan buruk masyarakat karena gengsi dan keegoisan mereka sehingga tidak mau menggunakan transportasi umum dan masih memilih menggunakan kendaraan pribadi yang menyebabkan jalanan Jakarta menjadi lahan parkir rasaksa. Maka dari itu mari #UbahJakarta kota Metropolitan menjadi rumah yang nyaman bagi kita dengan menggunakan transportasi umum yang sudah di sediakan dari pemda Jakarta. MRT salah satunya dengan teknologi kereta modern yang memiliki banyak kelebihan dapat menjadi daya tarik dan menjadi angkutan umum yang nyaman sehingga semua golongan masyrakat mau menggunakan MRT sebagai anggkutan andanlannya. Cinta Jakarta? gunakan MRT...

sumber:Jee.web.id